Search
Chat Here & Request
SaYaP on Facebook
Archive
Rabu, 06 Juni 2012
17.46 | Writted By
Sayyap Band |
Edit Entri
BANYAK ORANG YANG TIDAK MENYANGKA VOCALIST SAYAP LAKI (DULU DAUN BAND) YAKNI RIO CHAHYADI PUTRA TELAH TIADA. TEMAN-TEMAN SESAMA MUSISI PUN BANYAK YANG TIDAK PERCAYA RIO TELAH PERGI UNTUK SELAMA-LAMANYA.
RIO meninggal pada hari Sabtu (12/5) dini hari di Jakarta. Tidak hanya keluarga dan orang-orang terdekat yang merasa kehilangan, tapi juga para musisi di Lombok, ini merasa kehilangan teman seperjuangan di bidang music. Beberapa musisi terkenang akan sosok Rio.
“Dia termasuk teman seperjuangan saya. Saya kenal dia itu orang yang baik, kreatif dan punya karya-karya yang bagus”, kenang personil Virtual, Oyok. Pria yang sedang menempuh pendidikan jurusan Seni Musik di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini mengatakan bahwa almarhum Rio juga seorang yang perfeksionis. Rio dan teman-temannya di Sayap Laki menurut Oyok adalah para militant musisi Lombok yang terus menerus berjuang untuk memajukan music Lombok. Saat mendapat kabar dari drummer Virtual Lolo bahwa Rio telah tiada, ia sangat kaget dan sedih. “setau saya dia sehat-sehat saja,” ujarnya. Oyok terakhir berkomunikasi dengan almarhum pada sat akan diselenggarakannya konser from Lombok to Jogja di Yogyakarta April lalu. “Pada waktu itu dia mengatakan Insya Allah akan dating kalau Sayap Laki tak berhalangan. Pada waktu itu juga sempat bejoraq tentang masa lalau kami saat tour bareng Clas Mild dulu,” kenangnya. Sepeninggal vocalisnya, Oyok berharap Sayap Laki, tetap eksis, bersemangat dan maju terus. Apalagi saat ini Sayap laki telah mulai menapaki industry usik nasional di Jakarta dan telah dikontrak oleh salah satu major label. “Jadi tinggal bagaimana memanfaatkan peluang tersebut. Menunggu waktu berjalan sambil menyempurnakan hal-hal yang perlu disempurnakan. Ini memang berat, tetapi sesuatu yang besar memang membutuhkan pengorbanan yang besar pula,” tadasnya.
Tidak hanya Oyok “Virtual”, manajer Yandi’s Management, Firza Febriyandi yang mengenal sosok Rio juga merasa kehilangan. Bagi yandi, Rio adalah sosok yang sederhana dan rendah hati (down to earth). “Dia welcome sama siapa saja. Waktu itu saya sempat Tanya-tanya ke almarhum tentang label dan dia ngomong panjang lebar,” kenang Yandi.
Ia pun cukup kaget dan tidak percaya mendengar kabar Rio meninggal secepat itu. Apalagi waktu terakhir ketemu tahun 2011 lalu, Rio kelihatan sehat dan bugar. Yandi pun menyempatkan diri untuk dating ke pemakaman Rio pada Minggu (13/5). Ia berharap meskipun vocalistnya telah tiada, para personil Sayap Laki tetap berjuang, “Walaupun nant vocalist barunya beda karakter suara dengan yang sebelumnya. Mungkin bisa ganti nama band,” pungkasnya.
Sosok Rio pun sangat membekas bagi vokalis D’Jempol, Denot. Baginya, Rio adalah seorang leader band yang dibanggakan di Lombok ini. “Sebagai vokalis, saya juga akui karakter vocal Rio kuat sekali. Mungkin kalau cari penggantinya cukup sulit,” ujarnya. Pada saat masih berada di Lombok, Denot Cs pun sering latihan bareng dengan Rio di studio Purwacaraka Musik. Mereka pun sering berbagi tentang banyak hal mengenai music. “Tapi semenjak mereka (Sayap Laki) di Jakarta, kami cukup dengar kabarnya dari teman-teman saja. Waktu mereka masuk di salah satu majalah Nagaswara, kami sangat bangga dengan prestasi yang mereka capai,”ceritanya. Selain mengantarkan Rio ke peristirahatan terakhirnya, Denot Cs juga ikut terlibat dalam acara live musi mengenang Rio di Narmada Convention Hall. Sehari sebelum Rio meninggal, Denot sempat memposting foto Rio yang sedang terbaring sakit di group D’Jempol di facebook. Foto tersebut di-taq oleh salah seorang temannya. Ia pun kaget melihat foto itu. Besok paginya ia mendapat sms Rio telah meninggal. “Awalnya belum percaya karena secepat itu. Tapi saya lihat di facebook banyak yang buat status Rio meninggal. Kemudian saya Tanya ke teman-teman dan ternyata benar,” tuturnya. Basissist Arti Band yuna mengaku kaget dengan kabar meninggalnya Rio. Ia mengaku ngefans dengan Sayap Laki atau Daun Band sejak kelas II SMP. “Sedih banget, Terkejut waktu dapat kabar itu,” ujarnya. Yuna menyatakan ia sangat menyukai lagu-lagu Daun Band seperti Bidadari yang cukup ngehits waktu itu. “Bisa dibilang Daun (Sayap Laki) band pertama di Lombok dengan kualitas baik, makanya saya suka banget. Meskipun hanya seorang fans, tapi sedih banget seperti kehilangan keluarga,” tandasnya. Selamat jalan Rio. (yan)
sumber : suara NTB 13/5/12
“Dia termasuk teman seperjuangan saya. Saya kenal dia itu orang yang baik, kreatif dan punya karya-karya yang bagus”, kenang personil Virtual, Oyok. Pria yang sedang menempuh pendidikan jurusan Seni Musik di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini mengatakan bahwa almarhum Rio juga seorang yang perfeksionis. Rio dan teman-temannya di Sayap Laki menurut Oyok adalah para militant musisi Lombok yang terus menerus berjuang untuk memajukan music Lombok. Saat mendapat kabar dari drummer Virtual Lolo bahwa Rio telah tiada, ia sangat kaget dan sedih. “setau saya dia sehat-sehat saja,” ujarnya. Oyok terakhir berkomunikasi dengan almarhum pada sat akan diselenggarakannya konser from Lombok to Jogja di Yogyakarta April lalu. “Pada waktu itu dia mengatakan Insya Allah akan dating kalau Sayap Laki tak berhalangan. Pada waktu itu juga sempat bejoraq tentang masa lalau kami saat tour bareng Clas Mild dulu,” kenangnya. Sepeninggal vocalisnya, Oyok berharap Sayap Laki, tetap eksis, bersemangat dan maju terus. Apalagi saat ini Sayap laki telah mulai menapaki industry usik nasional di Jakarta dan telah dikontrak oleh salah satu major label. “Jadi tinggal bagaimana memanfaatkan peluang tersebut. Menunggu waktu berjalan sambil menyempurnakan hal-hal yang perlu disempurnakan. Ini memang berat, tetapi sesuatu yang besar memang membutuhkan pengorbanan yang besar pula,” tadasnya.
![]() |
| Teman-Teman Rio |
Sosok Rio pun sangat membekas bagi vokalis D’Jempol, Denot. Baginya, Rio adalah seorang leader band yang dibanggakan di Lombok ini. “Sebagai vokalis, saya juga akui karakter vocal Rio kuat sekali. Mungkin kalau cari penggantinya cukup sulit,” ujarnya. Pada saat masih berada di Lombok, Denot Cs pun sering latihan bareng dengan Rio di studio Purwacaraka Musik. Mereka pun sering berbagi tentang banyak hal mengenai music. “Tapi semenjak mereka (Sayap Laki) di Jakarta, kami cukup dengar kabarnya dari teman-teman saja. Waktu mereka masuk di salah satu majalah Nagaswara, kami sangat bangga dengan prestasi yang mereka capai,”ceritanya. Selain mengantarkan Rio ke peristirahatan terakhirnya, Denot Cs juga ikut terlibat dalam acara live musi mengenang Rio di Narmada Convention Hall. Sehari sebelum Rio meninggal, Denot sempat memposting foto Rio yang sedang terbaring sakit di group D’Jempol di facebook. Foto tersebut di-taq oleh salah seorang temannya. Ia pun kaget melihat foto itu. Besok paginya ia mendapat sms Rio telah meninggal. “Awalnya belum percaya karena secepat itu. Tapi saya lihat di facebook banyak yang buat status Rio meninggal. Kemudian saya Tanya ke teman-teman dan ternyata benar,” tuturnya. Basissist Arti Band yuna mengaku kaget dengan kabar meninggalnya Rio. Ia mengaku ngefans dengan Sayap Laki atau Daun Band sejak kelas II SMP. “Sedih banget, Terkejut waktu dapat kabar itu,” ujarnya. Yuna menyatakan ia sangat menyukai lagu-lagu Daun Band seperti Bidadari yang cukup ngehits waktu itu. “Bisa dibilang Daun (Sayap Laki) band pertama di Lombok dengan kualitas baik, makanya saya suka banget. Meskipun hanya seorang fans, tapi sedih banget seperti kehilangan keluarga,” tandasnya. Selamat jalan Rio. (yan)
sumber : suara NTB 13/5/12
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



3 Comment:
sukses trus buat sayap,,,trus kembang kan nama lombok
Meskipun telah meninggal tapi karyanya tak kan pernah meninggal..
Semoga tenang Rio di alam Sana Aamiin
Posting Komentar